Arti Ceunah: Memahami Ungkapan Bahasa Sunda yang Populer

IDR 0.00
Istilah "ceunah" merupakan ungkapan khas bahasa Sunda yang kerap membingungkan pendatang dari luar Jawa Barat. Kata ini memiliki arti yang beragam, tergantung pada konteks kalimat. Dalam penggunaan umum, "ceunah" biasanya merujuk pada informasi yang tidak sepenuhnya pasti atau memiliki sumber yang tidak jelas. Penggunaan "ceunah" dapat dianalogikan dengan ungkapan "katanya" atau "kabarnya" dalam bahasa Indonesia. Namun, terdapat nuansa sedikit berbeda yang membedakan kedua ungkapan tersebut. "Ceunah" cenderung digunakan untuk informasi yang kebenarannya masih diragukan atau belum terkonfirmasi. Selain itu, "ceunah" juga dapat digunakan untuk menambahkan kesan tidak langsung atau diplomatis dalam menyampaikan informasi. Dalam hal ini, "ceunah" berfungsi sebagai penghalus yang membuat kalimat tidak terdengar terlalu menghakimi atau menuduh.
Quantity:
arti ceunah
Add To Cart

arti ceunah Sebagai warisan para pendiri bangsa, Pancasila merupakan kompas yang membimbing arah kehidupan berbangsa. Mengejawantahkan nilai-nilainya dalam berbagai aspek kehidupan menjadi kewajiban bagi setiap warga negara. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengamanatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas segala perbedaan. Kerukunan dan gotong royong harus terus dijaga demi terciptanya masyarakat yang harmonis. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam pengambilan keputusan. Kehendak rakyat menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan negara. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat.

apa arti dari pancasila Dalam sanubari bangsa Indonesia, Pancasila adalah filosofi fundamental yang membentuk jati diri dan menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Jako pengikat kemajemukan, Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang telah lama dianut oleh leluhur bangsa. Kelima sila dalam Pancasila, ibarat pilar kokoh yang menopang keutuhan NKRI. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menyiratkan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi keberagaman agama dan kepercayaan. Toleransi dan saling menghormati antar umat beragama menjadi kunci keharmonisan bermasyarakat. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menekankan bahwa setiap manusia memiliki harkat dan martabat yang sama. Persamaan hak dan kewajiban menjadi landasan bagi keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa.